Kemajuan Teknologi Pertanian Harus Selaras dengan Kompetensi Petani

By Sing Nduwe Web 10 Feb 2019, 10:25:32 WIB Serba-Serbi
Kemajuan Teknologi Pertanian Harus Selaras dengan Kompetensi Petani

Pertanian masih menjadi pekerjaan dan pendapatan utama penduduk di desaku. Selain pertanian padi, sekarang ini petani di desaku telah mulai bergairah untuk menanam beberapa komoditi lainnya. Bawang merah dan cabai adalah komoditi yang saat ini mulai digemari yang ditanam di samping tanaman padi ketika musim penghujan. Saat musim kemarau petani lebih banyak menanam kacang hijau, yang diselingi dengan jagung ataupun gandung (bukan gandum ya gaes).

Teknologi pemanenan juga berkembang dengan pesat. Dulu petani menggunakan ani-ani, sehingga harus mengambil (memanen) padi satu per satu. Kemudian berkembang dengan teknologi ancak, dengan ancak petani dapat memanen padi dengan sabit yang kemudian dikumpulkan dan dipukulkan ke alat (ancak) tersebut. Di tahun 1980-an, petani memanen padi dengan mesin dos (alat berupa silinder yang dipasangi paku) yang digerakkan dengan cara diinjak pada tuasnya, seperti mesin jahit masa lalu. Dos pun berinovasi dengan merubah strukturnya dengan pedal seperti pedal sepeda, sehingga operator lebih ringan dan kinerja dos lebih cepat. Seiring dengan perkembangan teknologi mesin, dos pun berinovasi dengan digerakkan oleh mesin, sehingga operator tinggal menyiapkan padinya.

Setelah penggunaan mesin meluas, di era millenium tahun 2000 petani mulai memanfaatkan mesin pemanen dengan cara di blower. Dengan alat ini tentu saja petani lebih cepat memanennya. Tangkai padi yang dipotong juga memendek, sehingga petani lebih ringan dalam mengumpulkan padi ke dekat mesin blower tersebut. Tak kalah pentingnya, hasil panen juga lebih bersih, karena dengan mesin blower, tangkai padi akan terpisah lebih sempurna dengan bulir-bulir padi.

Sudah beberapa musim panen terjadi lonjakan perubahan yang cukup drastis di desaku. Teknologi yang saat ini digunakan adalah mesin yang sering disebut combi walaupun merk utama yang beredar saat ini Yanmar. Dengan mesin tersebut pemanenan padi menjadi sangat lebih cepat. Satu bahu yang jika dipanen dengan teknologi blower dapat memakan waktu satu hari penuh dengan 15 pekerja, dengan mesin combi dapat dipanen dalam waktu 2 jam dengan hanya 3 pekerja.

Sungguh mesin combi ini menjadi suatu alat yang sangat membantu petani dalam mempercepat pekerjaan pemanenan hasil pertanian. Tetapi, hal ini juga sepertinya harus dibarengi dengan kompetensi petani, dan yang tidak kalah pentingnya yang harus difikirkan adalah pemutusan pekerjaan yang selama ini merupakan pekerjaan padat karya (banyak membutuhkan tenaga manusia), dan saat ini digantikan dengan mesin. Kemudian, para pekerja pertanian yang dulu mengharapkan pekerjaan saat panen tiba harus difikirkan pula mereka harus dialihkan ke bidang pekerjaan apa lagi? Masyarakat dan pemerintah harus pula segera tanggap terhadap permasalahan sosial seperti ini. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Video Terbaru

View All Video

Jejak Pendapat

Aplikasi apa yang paling favorite di madrasah?
  SIM Sarpras
  Si BOS Pintar
  Simpatika
  EMIS

Komentar Terakhir