Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan, Bagaimana Caranya?

Niat puasa Rajab sekaligus qadha Ramadhan – Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT (al asyhur hurum). Walaupun tidak ada dalil atau hadits shahih yang mensunnahkan puasa bulan Rajab secara khusus, namun dalil secara umum tentang puasa sunnah di bulan-bulan mulia (Muharram, Rajab, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah).

Lantas bagaimana bila ternyata kita masih mempunyai hutang puasa bulan Ramadhan? Apakah boleh kita menggabung puasa sunnah rajab dengan qadha puasa ramadhan? Mari kita kupas bagaimana hukum dan tata caranya.

Landasan Dalil

Melaksanakan puasa Rajab hukumnya sunnah. Sehingga sebagaimana puasan sunnah yang lain sah dilakukan dengan niat berpuasa secara mutlak, tidak disyaratkan ta’yin (menentukan jenis puasanya). Misalkan dengan niat “Saya niat berpuasa karena Allah”, tidak harus ditambahkan “karena melakukan kesunnahan puasa Rajab”.

Sedangkan qadha puasa Ramadhan hukumnya wajib. Oleh karena tergolong puasa wajib, maka niatnya disyaratkan ta’yin (menentukan jenis puasanya). Misalkan dengan niat “Saya niat berpuasa qadha Ramadhan fardlu karena Allah”. Selengkapnya tentang qadha puasa Ramadhan dapat anda baca di sini.

Menggabungkan niat puasa Rajab dengan puasa qadha’ Ramadhan hukumnya diperbolehkan (sah) dan pahala keduanya bisa didapatkan. Bahkan menurut Syekh al-Barizi, meski hanya niat mengqadha’ puasa Ramadhan, secara otomatis pahala berpuasa Rajab bisa didapatkan.

Penjelasan dalam Fathul Mu’in dan I’anatuth Thalibin

Kesimpulan di atas didasarkan atas keterangan dalam kitab Fathul Mu’in beserta hasyiyahnya, I’anatuth Thalibin sebagai berikut:

وبالتعيين فيه النفل أيضا فيصح ولو مؤقتا بنية مطلقة كما اعتمده غير واحد  (وقوله ولو مؤقتا) غاية في صحة الصوم في النفل بنية مطلقة أي لا فرق في ذلك بين أن يكون مؤقتا كصوم الاثنين والخميس وعرفة وعاشوراء وأيام البيض أو لا كأن يكون ذا سبب كصوم الاستسقاء بغير أمر الإمام أو نفلا مطلقا   (قوله بنية مطلقة ) متعلق بيصح فيكفي في نية صوم يوم عرفة مثلا أن يقول نويت الصوم  ( قوله كما اعتمده غير واحد) أي اعتمد صحة صوم النفل المؤقت بنية مطلقة  وفي الكردي ما نصه في الأسنى ونحوه الخطيب الشربيني والجمال الرملي الصوم في الأيام المتأكد صومها منصرف إليها بل لو نوى به غيرها حصلت إلخ زاد في الإيعاب ومن ثم أفتى البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا نواه معه أو لا  وذكر غيره أن مثل ذلك ما لو اتفق في يوم راتبان كعرفة ويوم الخميس  انتهى

“Dan dikecualikan dengan pensyaratan ta’yin (menentukan jenis puasa) dalam puasa fardlu, yaitu puasa sunnah, maka sah berpuasa sunnah dengan niat puasa mutlak, meski puasa sunnah yang memiliki jangka waktu sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama.   

“Ucapan Syekh Zainuddin, meski puasa sunnah yang memiliki jangka waktu, ini adalah ghayah (puncak) keabsahan puasa sunnah dengan niat puasa mutlak, maksudnya tidak ada perbedaan dalam keabsahan tersebut antara puasa sunnah yang berjangka waktu seperti puasa Senin-Kamis, Arafah, Asyura’ dan hari-hari tanggal purnama. Atau selain puasa sunnah yang berjangka waktu, seperti puasa yang memiliki sebab, sebagaimana puasa istisqa’ dengan tanpa perintah imam, atau puasa sunnah mutlak”.

“Ucapan Syekh Zainuddin, dengan niat puasa mutlak, maka cukup dalam niat puasa Arafah dengan niat semisal, saya niat berpuasa.”

“Ucapan Syekh Zainuddin, sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama, maksudnya lebih dari satu ulamaberpegangan dalam keabsahan puasa sunnah dengan niat puasa mutlak. Dalam kitabnya Syekh al-Kurdi disebutkan, dalam kitab al-Asna demikian pula Syekh Khatib al-Sayarbini dan Syekh al-Jamal al-Ramli, berpuasa di hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa secara otomatis tertuju pada hari-hari tersebut, bahkan apabila seseorang berniat puasa beserta niat puasa lainnya, maka pahala keduanya berhasil didapatkan. Dalam kitab al-I’ab ditambahkan, dari kesimpulan tersebut, Syekh al-Barizi berfatwa bahwa apabila seseorang berpuasa qadha (Ramadhan) atau lainnya di hari-hari yang dianjurkan berpuasa, maka pahala keduanya bisa didapat, baik disertai niat berpuasa sunnah atau tidak. Ulama lain menyebutkan, demikian pula apabila berketepatan bagi seseorang dalam satu hari dua puasa rutin, seperti puasa hari Arafah dan puasa hari Kamis. (Syekh Zainuddin al-Malibari dan Syekh Abu Bakr bin Syatha, Fathul Mu’in dan Hasyiyah I’anatuth Thalibin, Surabaya, al-Haramain, tanpa tahun, juz 2, halaman 224).

Kesimpulan Tata Cara Puasa Rajab dan Qadha Ramadhan

Jadi, kita dapat melaksanakan puasa rajab dan qadha bulan Ramadhan secara bersamaan. Adapun niat puasa rajab sekaligus qadha ramadhan adalah dengan berniat puasa qadha bulan Ramadhan.

Dengan berpuasa qadha Ramadhan pada bulan Rajab, kita tetap mendapatkan pahala keutamaan berpuasa Rajab. Adapun lafal niat nya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Silahkan terus ikuti farazinux.com dan anekailmu.my.id untuk mendapatkan informasi terbaru. Semoga kita senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Sejenis

Doa Bulan Rajab: Arab, Latin dan Artinya

Doa adalah kekuatan terbesar manusia untuk memohon pertolongan kepada Tuhannya. Karena dengan doa, manusia berharap mendapatkan pertolongan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Apalagi di bulan-bulan yang diutamakan, seperti bulan Rajab ini. Bulan Rajab merupakan salah satu bulan dari 4 bulan yang memiliki keutamaan. Penjelasan mengenai keutamaan bulan Rajab dapat anda baca selengkapnya di […]

Template Poster Ramadhan Paling Keren

Template poster ramadhan paling keren – Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu umat Islam. Bulan yang penuh dengan keutamaan. Pahala ibadah di bulan suci Ramadhan dilipatgandakan. Poster dan spanduk bertemakan Ramadhan juga sangat banyak bertebaran. Banyak diantaranya adalah desain-desain yang sangat menarik bahkan inspiratif. Daftar Isi−1. Desain berbuka bersama keluarga2. Poster Ramadhan Kareem3. […]

Amaliyah Bulan Rajab – Arab, Latin dan Artinya

Amaliyah atau amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Rajab sangatlah banyak. Karena bulan Rajab adalah salah satu dari 4 bulan yang dimuliakan (al asyhur hurum). Ummat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada bulan Rajab ini. Mengenai keutamaan bulan Rajab salah satunya adalah berpuasa yang dapat anda baca pada artikel sebelumnya, atau klik di sini. […]