Daftar Perintah Dasar Linux dan Fungsinya – Jaringan

Perintah Linux – Walaupun sekarang Linux sudah memiliki tampilan desktop yang beragam dan sangat memukau. Bahkan tidak kalah dengan tampilan OS lain seperti Windows dan macOS. Beragam DE (Desktop Environment) di Linux seperti KDE, Gnome, Xfce, Cinnamon, MATE, Unity, LXDE, dan mungkin masih banyak lagi yang akan kita bahas pada artikel terpisah.

Namun, penggunaan terminal Linux (command promp di Windows) sangatlah menarik. Bahkan, dengan terminal Linux, kita dapat mengerjakan fungsi-fungsi komputer dengan mengetikkan perintah tertentu. Dari mulai manajemen file sampai dengan manajemen jaringan. Kali ini akan kita bahas beberapa perintah Linux mengenai manajemen jaringan.

Perintah Dasar Linux tentang Jaringan

1. ifconfig

ifconfig adalah perintah untuk menampilkan informasi tentang antarmuka jaringan (interface) seperti alamat IP, alamat MAC, dan status jaringan. Perintah ini sering digunakan untuk mengecek apakah antarmuka jaringan telah terhubung ke jaringan atau belum.

2. ping

ping adalah perintah untuk mengirim paket data ke host atau alamat IP tertentu untuk mengecek koneksi jaringan. Perintah ini sering digunakan untuk mengetes apakah suatu host atau alamat IP dapat dijangkau atau tidak.

3. traceroute

traceroute adalah perintah untuk mengetahui jalur koneksi dari host atau alamat IP menuju tujuan. Perintah ini sering digunakan untuk mengidentifikasi masalah pada koneksi jaringan dan untuk memastikan bahwa data melalui jalur yang diharapkan.

3. netstat

netstat adalah perintah untuk menampilkan informasi tentang koneksi jaringan aktif, port yang digunakan, dan layanan yang dijalankan pada host atau alamat IP tertentu. Perintah ini sering digunakan untuk memonitor koneksi jaringan dan untuk mengidentifikasi masalah pada jaringan.

4. route

route adalah perintah untuk menampilkan dan mengkonfigurasi tabel rute jaringan pada sistem. Perintah ini sering digunakan untuk mengelola jalur koneksi jaringan dan untuk mengoptimalkan koneksi jaringan.

5. iptables

iptables adalah perintah untuk mengkonfigurasi firewall pada sistem. Perintah ini sering digunakan untuk melindungi sistem dari serangan jaringan dan untuk mengatur akses jaringan.

6. ssh

ssh adalah perintah untuk mengakses jaringan melalui protokol SSH (Secure Shell). Perintah ini sering digunakan untuk mengakses jaringan yang aman dan untuk menjalankan perintah pada host atau alamat IP tertentu dari jarak jauh.

7. scp

scp adalah perintah untuk menyalin file melalui protokol SSH dari atau ke host atau alamat IP tertentu. Perintah ini sering digunakan untuk mentransfer file melalui jaringan yang aman.

8. curl

curl adalah perintah untuk mengirim permintaan HTTP atau HTTPS dan menampilkan respons dari server. Perintah ini sering digunakan untuk mengambil atau mengirim data melalui jaringan.

9. wget

wget adalah perintah untuk mengunduh file atau halaman web dari server melalui protokol HTTP atau FTP. Perintah ini sering digunakan untuk mengunduh file atau halaman web dari jaringan.

10. dig

dig adalah perintah untuk mengambil informasi DNS (Domain Name System) seperti alamat IP dari nama domain. Perintah ini sering digunakan untuk memecahkan masalah pada koneksi jaringan dan untuk memastikan bahwa nama domain diarahkan ke alamat IP yang benar.

11. nslookup

nslookup adalah perintah yang serupa dengan dig, yaitu untuk mengambil informasi DNS. Namun, perintah nslookup lebih sederhana dan hanya menampilkan informasi dasar seperti alamat IP dari nama domain.

12. nmcli

nmcli – perintah untuk mengelola jaringan melalui Network Manager pada sistem. Perintah ini sering digunakan untuk mengatur konfigurasi jaringan seperti alamat IP, DNS, dan antarmuka jaringan.

13. ip

ip adalah perintah untuk mengelola konfigurasi jaringan seperti alamat IP, subnet mask, dan antarmuka jaringan. Perintah ini sering digunakan untuk mengkonfigurasi jaringan secara manual dan untuk menampilkan informasi rinci tentang konfigurasi jaringan.

14. ifup dan ifdown

ifup dan ifdown adalah perintah untuk mengaktifkan dan menonaktifkan antarmuka jaringan pada sistem. Perintah ini sering digunakan untuk mengelola antarmuka jaringan secara manual dan untuk memperbaiki masalah pada koneksi jaringan.

15. ss

ss adalah perintah untuk menampilkan informasi tentang koneksi jaringan yang aktif pada sistem. Perintah ini sering digunakan untuk memantau koneksi jaringan dan untuk mengidentifikasi masalah pada koneksi jaringan.

16. arp

arp adalah perintah untuk menampilkan dan mengelola tabel ARP (Address Resolution Protocol) pada sistem. Perintah ini sering digunakan untuk memantau dan memperbaiki masalah pada koneksi jaringan.

17. hostname

hostname adalah perintah untuk menampilkan atau mengatur nama host pada sistem. Perintah ini sering digunakan untuk mengkonfigurasi jaringan dan untuk memastikan bahwa nama host diatur dengan benar.

18. route

route adalah perintah untuk menampilkan dan mengelola tabel rute pada sistem. Perintah ini sering digunakan untuk mengoptimalkan koneksi jaringan dan untuk mengidentifikasi masalah pada koneksi jaringan.

19. iwconfig

iwconfig adalah perintah untuk menampilkan informasi tentang antarmuka jaringan nirkabel seperti SSID, mode, dan kekuatan sinyal. Perintah ini sering digunakan untuk mengecek status koneksi jaringan nirkabel dan untuk mengkonfigurasi jaringan nirkabel.

20. iw

iw adalah perintah untuk mengelola antarmuka jaringan nirkabel pada sistem. Perintah ini sering digunakan untuk mengatur konfigurasi jaringan nirkabel seperti mode, frekuensi, dan kekuatan sinyal.

21. tcpdump

tcpdump adalah perintah untuk menampilkan dan merekam paket jaringan pada sistem. Perintah ini sering digunakan untuk memecahkan masalah pada koneksi jaringan dan untuk memantau lalu lintas jaringan.

22. mtr

mtr adalah perintah untuk menggabungkan fungsi dari ping dan traceroute. Perintah ini sering digunakan untuk memantau dan memperbaiki masalah pada koneksi jaringan.

23. netstat

netstat adalah perintah untuk menampilkan informasi tentang koneksi jaringan yang aktif pada sistem. Perintah ini sering digunakan untuk memantau koneksi jaringan dan untuk mengidentifikasi masalah pada koneksi jaringan.

Demikianlah daftar perintah terminal Linux terkait dengan jaringan komputer yang sangat bermanfaat. Untuk perintah-perintah dasar Linux lainnya akan kita bahas di artikel yang kami bagikan per segmen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Sejenis

sepi ing pamrih, rame ing gawe